Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

HUT RI ke-81, Charles Kossay: Papua Maju, Indonesia Kuat dari Timur

29
×

HUT RI ke-81, Charles Kossay: Papua Maju, Indonesia Kuat dari Timur

Share this article

Jakarta – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali arah pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Kemajuan Tanah Papua dinilai memiliki arti penting bukan hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi kekuatan Indonesia di masa mendatang.

Tokoh Aktivis Papua, Charles Kossay, menilai Papua mempunyai peran strategis dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, pembangunan di wilayah tersebut perlu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan pekerjaan, serta pemberian kesempatan yang lebih luas kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk terlibat langsung dalam pembangunan.

“Papua maju, Indonesia kuat dari timur. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi semangat bersama bahwa kemajuan Indonesia tidak boleh meninggalkan Papua. Sebaliknya, Papua harus menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun Indonesia,” kata Charles dalam refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Charles melihat pembangunan Papua dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami perkembangan di sejumlah sektor. Infrastruktur, konektivitas, pendidikan, kesehatan, hingga program strategis pemerintah terus mengalami penguatan. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan tersebut tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya pembangunan yang terlihat secara fisik, tetapi pembangunan yang mengubah kehidupan masyarakat. Jalan boleh semakin baik, konektivitas semakin terbuka, investasi semakin besar, tetapi yang paling penting adalah apakah rakyat Papua semakin sejahtera,” ujarnya.

Menurut Charles, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia harus menjadi titik penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Papua. Percepatan pembangunan, kata dia, perlu disertai dengan peningkatan kemampuan masyarakat lokal sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penggerak pembangunan.

Ia menilai OAP perlu mendapatkan akses yang semakin luas di berbagai bidang strategis. Kesempatan tersebut mencakup pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, hingga keterlibatan dalam aktivitas ekonomi yang berkembang seiring masuknya investasi dan pembangunan.

“Orang Asli Papua kita harapkan dapat menjadi pelaku pembangunan, menjadi profesional, pengusaha, tenaga ahli, birokrat, akademisi, dan pemimpin yang ikut menentukan arah masa depan Papua,” katanya.

Charles kemudian menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang. Program afirmasi pendidikan bagi putra-putri Papua, menurutnya, harus terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda Papua memperoleh pendidikan berkualitas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Kalau kita ingin melihat Papua maju dalam 10, 20, bahkan 30 tahun ke depan, maka hari ini kita harus membangun manusianya. Pendidikan adalah investasi paling penting. Anak-anak Papua harus dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tegasnya.

Namun, akses pendidikan saja dinilai belum cukup. Charles mengatakan pemerintah juga perlu memikirkan kesinambungan pendidikan, peningkatan keahlian, pendampingan setelah lulus, hingga kesempatan bagi lulusan Papua untuk masuk ke dunia kerja.

“Jangan hanya mengirim anak Papua sekolah, kemudian setelah lulus mereka bingung mencari ruang untuk mengabdi. Harus ada ekosistem yang menghubungkan pendidikan dengan dunia kerja, dunia usaha, pemerintahan, dan kebutuhan pembangunan di Papua,” katanya.

Di sisi lain, Charles menyebut pembukaan lapangan kerja harus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Papua. Berbagai proyek dan program strategis nasional yang dilaksanakan di Tanah Papua diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

“Kalau investasi masuk ke Papua, maka masyarakat Papua harus mendapatkan peluang yang nyata. Ada pelatihan, ada transfer teknologi, ada kesempatan kerja, ada kemitraan usaha, dan ada ruang bagi pengusaha lokal. Dengan begitu, investasi benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan,” ujarnya.

Pembangunan ekonomi juga, menurut Charles, harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat Papua. Ia mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan identitas maupun ruang hidup masyarakat adat.

“Papua memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang luar biasa. Karena itu, pembangunan harus tetap menghormati masyarakat adat dan lingkungan. Kita ingin Papua maju, tetapi tetap memiliki jati dirinya,” tuturnya.

Charles berharap pembangunan Papua pada masa mendatang semakin berlandaskan pada prinsip kesejahteraan, keadilan, kesetaraan kesempatan, dan kepercayaan antara masyarakat dengan pemerintah.

Ia mengatakan masyarakat Papua perlu melihat berbagai program pembangunan sebagai peluang untuk menyiapkan masa depan. Pada saat yang sama, pemerintah diharapkan terus memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pemerintah harus terus hadir, masyarakat harus ikut mengawal, dan semua pihak harus bekerja bersama. Kita tidak ingin Papua hanya menjadi objek pembangunan. Papua harus menjadi bagian penting dari subjek pembangunan nasional,” katanya.

Charles optimistis Papua mempunyai prospek besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia. Menurutnya, perpaduan antara sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur yang terus berkembang, serta kebijakan yang memberikan ruang kepada masyarakat lokal dapat memperbesar kontribusi Papua terhadap kemajuan nasional.

“Papua punya potensi besar. Kita jangan melihat Papua hanya dari persoalan dan tantangannya. Mari melihat Papua dari peluang dan masa depannya. Jika Papua maju, maka Indonesia akan semakin kuat dari timur,” ujar Charles.

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Charles mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga optimisme sekaligus memperkuat persatuan. Ia berharap pembangunan Papua terus diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan memiliki kesempatan yang setara.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita bangun Papua dengan semangat persatuan, keberpihakan kepada rakyat, penguatan sumber daya manusia, dan pembangunan yang berkelanjutan. Papua maju, Indonesia kuat dari timur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *