Jakarta – Wali Kota Jayapura, Papua, Abisai Rollo, menilai program Kampung Pancasila memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Rollo menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang memberikan kesempatan kepada Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, untuk mengikuti penilaian Kampung Pancasila 2026.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah memberikan kesempatan bagi Kampung Holtekamp untuk mengikuti penilaian Kampung Pancasila. Penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat,” katanya di Jayapura, Kamis.
Kampung Holtekamp menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam penilaian Kampung Pancasila 2026 yang digelar oleh jajaran TNI Angkatan Darat. Program tersebut diikuti sekitar 60 kampung dari berbagai daerah di Indonesia.
Rollo berharap program Kampung Pancasila nantinya tidak berhenti di Holtekamp. Ia ingin kampung-kampung lain di Kota Jayapura juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti program serupa.
“Ke depan diharapkan kampung-kampung lain juga dapat diberikan penilaian, sehingga kami sebagai warga negara Indonesia harus mencintai negara dan Pancasila sebagai dasar negara,” ujarnya.
Pemerintah Kota Jayapura menilai keikutsertaan Holtekamp dalam penilaian Kampung Pancasila 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, gotong royong, serta penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menjelaskan bahwa penilaian Kampung Pancasila merupakan bagian dari pembinaan masyarakat yang dilakukan TNI hingga tingkat kampung.
“Ini merupakan upaya kami untuk melakukan penguatan kepada masyarakat khususnya aspek pembinaan melalui Kampung Pancasila, dari segi pembinaan di bidang pertanian, ketahanan pangan, peternakan, pembinaan generasi muda, UMKM, termasuk pembinaan terkait bagaimana mengelola media supaya dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai saluran informasi demi perkembangan dan kemajuan,” katanya.
Menurut Febriel, setiap Komando Distrik Militer (Kodim) terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap kampung-kampung di wilayahnya. Kampung yang dinilai memenuhi persyaratan kemudian dapat mengikuti tahapan penilaian berikutnya yang dilakukan tim dari tingkat TNI Angkatan Darat.
“Untuk wilayah Kota Jayapura, Kampung Holtekamp menjadi salah satu kampung yang masuk dalam kategori penilaian lanjutan tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kampung Pancasila tidak semestinya hanya dipandang sebagai sebuah kompetisi atau ajang penilaian. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembinaan di bidang ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan generasi muda, serta pemanfaatan media secara positif juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian dan kemajuan masyarakat kampung,” ujarnya.
Dengan demikian, program Kampung Pancasila diharapkan tidak hanya memperkuat wawasan kebangsaan, tetapi juga mendorong peningkatan kemandirian masyarakat melalui pengembangan ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan generasi muda, dan pemanfaatan teknologi informasi secara positif.













