Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Mimika Siagakan 275 Personel Gabungan Antisipasi Karhutla

25
×

Mimika Siagakan 275 Personel Gabungan Antisipasi Karhutla

Share this article
Ilustrasi: Karhutla

Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem. Sebanyak 275 personel gabungan disiapkan untuk melakukan pencegahan sekaligus penanganan apabila kebakaran terjadi.

Personel tersebut berasal dari unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta Dinas Kesehatan.

Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai instansi. Jika kebakaran terjadi, penanganannya harus dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan terukur.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Papua Tengah telah memasuki musim kemarau sejak awal Juni hingga September 2026. Kondisi tersebut diperkuat oleh fenomena El Nino.

“Puncak musim kemarau di wilayah ini diperkirakan berlangsung sejak Agustus hingga September 2026,” ujar Alredo di Timika, Jumat (28/8/2026).

Meningkatnya risiko kekeringan membuat seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan. Kemarau yang berlangsung lebih panjang dari kondisi normal juga berpengaruh terhadap penurunan curah hujan dan berpotensi menyebabkan keterbatasan air bersih.

Alredo mengingatkan, karhutla yang tidak diantisipasi sejak awal dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan dan ekosistem hingga munculnya kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat.

Selain itu, kebakaran juga berpotensi menghambat aktivitas sosial dan ekonomi serta menimbulkan kerugian material bagi masyarakat.

“Jika tidak diantisipasi secara dini dan dilakukan penanganan secara bersama-sama, karhutla dapat menimbulkan berbagai dampak serius mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya ekosistem, munculnya kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terganggunya aktivitas sosial dan perekonomian, hingga kerugian sosial maupun material,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Mimika akan membentuk posko terpadu yang melibatkan sejumlah instansi. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi sekaligus menerima laporan masyarakat terkait potensi maupun kejadian karhutla.

Hingga kini, Kabupaten Mimika masih relatif aman dan belum dilaporkan mengalami karhutla. Namun, kebakaran telah terjadi di sejumlah wilayah Papua lainnya, seperti Kabupaten Puncak dan Nabire di Papua Tengah, Fakfak dan Teluk Bintuni di Papua Barat, Kota serta Kabupaten Sorong di Papua Barat Daya, dan Merauke di Papua Selatan.

Dampak asap dari kebakaran di Merauke bahkan sempat terpantau hingga wilayah udara Kota Timika beberapa hari lalu.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi udara di Timika saat ini masih tergolong aman bagi aktivitas penerbangan. Jarak pandang di wilayah tersebut masih berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *