Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Budaya

DPD Dorong Festival Budaya Papua Terintegrasi dari Sorong hingga Merauke

2
×

DPD Dorong Festival Budaya Papua Terintegrasi dari Sorong hingga Merauke

Share this article

Wamena – Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya mendorong pemerintah mengintegrasikan penyelenggaraan festival budaya di enam provinsi di Tanah Papua. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Arianto menjelaskan, Komite III DPD RI memiliki kewenangan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, pihaknya akan mendorong agar agenda festival budaya dari Sorong hingga Merauke disusun secara terhubung.

“Komite III juga membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga kami akan mendorong supaya festival budaya yang dilaksanakan di Tanah Papua terkoneksi dari Sorong hingga Merauke,” kata Arianto di Wamena, dikutip dari Antara, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, pelaksanaan festival budaya di enam provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, masih belum berjalan secara terkoordinasi. Salah satu persoalan yang perlu dibenahi ialah penentuan jadwal kegiatan.

Arianto menilai, sinkronisasi waktu pelaksanaan akan memudahkan wisatawan menyusun rencana perjalanan. Dengan demikian, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah daerah di Papua dan menikmati berbagai festival dalam satu rangkaian kunjungan.

“Kami nanti coba mendorong supaya pelaksanaan festival budaya di setiap daerah di Tanah Papua harus terkoneksi sehingga wisatawan asing yang berkunjung ke Tanah Papua bisa mengatur waktu kunjungannya dengan baik,” ujarnya.

Ia memberikan gambaran, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Raja Ampat, kemudian menuju Biak, Jayapura, Wamena, Tolikara, hingga Merauke. Rangkaian perjalanan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman budaya yang lebih beragam bagi para pengunjung.

Selain memperkaya pengalaman wisata, konsep festival yang terintegrasi juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pelaku UMKM, pengusaha kuliner, perajin, pekerja seni, hingga sektor jasa lainnya berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Arianto menyebut, gagasan itu perlu dibicarakan bersama anggota DPD RI dari komite lain. Hasil pembahasan nantinya dapat menjadi bahan usulan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.

“Yang terjadi saat ini adalah wisatawan asing berkunjung ke Tanah Papua untuk menikmati festival budaya tidak terpadu secara baik sehingga kegiatan budaya tidak dapat dinikmati dalam satu kesempatan kunjungan,” katanya.

Di samping penyelarasan agenda festival, Arianto menekankan pentingnya jaminan keamanan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua.

Menurutnya, rasa aman menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, ketika menikmati keindahan alam, budaya, serta adat istiadat di Tanah Papua.

“Kami berharap ke depan dalam pelaksanaan festival budaya pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan sehingga ada rasa kepuasan bagi wisatawan asing maupun nusantara yang menikmati keindahan alam, budaya, dan adat istiadat di Papua, khususnya Papua Pegunungan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *