Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Papua Pegunungan Dorong Penerapan Trigatra Bangun Bahasa di Sekolah

44
×

Papua Pegunungan Dorong Penerapan Trigatra Bangun Bahasa di Sekolah

Share this article
Staf Ahli Gubernur Papua Pegunungan Bidang Pengembangan Otonomi Khusus Manogar Sirait. Foto: Antara

Jakarta – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Pemprov Papeg) mendorong seluruh satuan pendidikan menerapkan konsep Trigatra Bangun Bahasa dengan menyesuaikan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing berdasarkan fungsi serta konteksnya. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi sekaligus memperkuat pemahaman terhadap budaya lokal dan perkembangan global.

Staf Ahli Gubernur Papua Pegunungan Bidang Pengembangan Otonomi Khusus Manogar Sirait mengatakan penguatan tiga pilar kebahasaan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari jenjang sekolah dasar hingga SMA/SMK.

Menurutnya, bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa ibu, serta bahasa Inggris memiliki fungsi yang saling melengkapi sehingga perlu mendapat ruang dalam proses pendidikan di Papua Pegunungan.

“Anak-anak kita harus dibekali dengan bahasa Indonesia yang baik, bahasa ibu atau daerah, serta bahasa Inggris (asing) supaya mereka dapat berkomunikasi dengan siapa saja secara baik. Maka satuan pendidikan mulai SD-SMA/SMK harus mengajarkan Trigatra Bangun Bahasa ini secara baik,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Dorong Penguasaan Bahasa Daerah dan Asing

Manogar menyebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Pegunungan sebelumnya telah menggelar lomba pidato menggunakan bahasa Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat dikembangkan dengan melibatkan bahasa daerah dan bahasa asing.

“Anak-anak kita harus didorong terus mengenai pengenalan bahasa asing dan daerah di tempat dia menetap. Supaya mereka tidak ketinggalan dengan informasi global, tetapi mereka dapat menghargai dan melestarikan nilai-nilai budaya setempat dengan bahasa daerah,” terangnya.

Ia menerangkan, ekosistem kebahasaan di Indonesia mencakup tiga unsur utama, yakni bahasa daerah sebagai bahasa ibu, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, dan bahasa asing.

“Ketiganya memiliki peran yang saling melengkapi dalam identitas budaya, komunikasi kenegaraan serta pergaulan global dan penguasaan ilmu pengetahuan,” katanya.

Bahasa Disesuaikan dengan Konteks Pendidikan

Dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, lanjut Manogar, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa pengantar utama. Namun, penggunaan bahasa daerah tetap dapat diterapkan pada kondisi tertentu, terutama pada tahap awal pembelajaran di wilayah yang memiliki karakteristik kebahasaan lokal.

“Akan tetapi, bahasa daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar di tahap awal pendidikan untuk memperlancar pemahaman khususnya di wilayah Papua Pegunungan dan bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas khusus untuk mendukung kemampuan berbahasa peserta didik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *