Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Budaya

Pemkot Jayapura Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Buku Cerita Rakyat

36
×

Pemkot Jayapura Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Buku Cerita Rakyat

Share this article
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura, Evert Merauje. Foto: Antara

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus berupaya menjaga kelestarian bahasa daerah di 10 kampung adat sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyusun dan menerbitkan buku cerita rakyat yang mengangkat kekayaan budaya masyarakat adat Port Numbay.

Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyusunan dan penulisan Buku Cerita Rakyat Port Numbay jilid III yang melibatkan masyarakat adat sebagai bagian dari proses pendokumentasian sejarah dan budaya lokal.

“Bahasa dan budaya masyarakat adat Port Numbay dilestarikan melalui kegiatan penyusunan dan penulisan buku cerita Rakyat Port Numbay yang melibatkan masyarakat adat,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura, Evert Merauje, di Jayapura, dilansir Antara, Jumat (26/6/2026).

Evert menjelaskan, cerita rakyat memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kisah yang diwariskan secara turun-temurun. Di dalamnya terkandung sejarah, identitas budaya, nilai-nilai luhur, serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

Menurutnya, penyusunan buku cerita rakyat menjadi langkah strategis untuk mendokumentasikan cerita yang selama ini hanya disampaikan secara lisan agar dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Melalui buku ini kita membangun jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ini menjadi bukti bahwa Kota Jayapura memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan,” ujarnya.

Ia berharap proses penyusunan buku tidak hanya berhenti pada penulisan naskah, tetapi juga melibatkan generasi muda dalam berbagai tahapan produksi, seperti pembuatan ilustrasi, penerjemahan, hingga pengisian audio agar isi buku lebih menarik dan mudah dipahami berbagai kalangan.

“Penyusunan buku ini harus mampu menghadirkan nilai, konteks, dan pesan moral melalui tulisan, gambar, maupun suara,” katanya lagi.

Pemkot Jayapura berkomitmen terus mendukung upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal melalui berbagai program, termasuk penyusunan buku cerita rakyat yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelajar, tenaga pendidik, peneliti, maupun masyarakat umum sebagai media pembelajaran sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, mengatakan penulisan cerita rakyat menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin cerita-cerita rakyat yang hidup di seluruh kampung adat dapat terdokumentasi dengan baik sehingga tetap dikenal dan diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *