Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, berupaya memperluas akses layanan air bersih hingga ke Distrik Nabire Barat melalui pembenahan menyeluruh terhadap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau PDAM. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pasokan air bersih yang lebih merata.
Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PDAM, mulai dari tata kelola perusahaan, struktur organisasi, hingga kontribusi perusahaan daerah tersebut terhadap pemerintah daerah.
“Persoalan di Distrik Nabire Barat, kalau tidak hujan tidak dapat air bersih. Kita berkomitmen agar air bersih dari Kali Semen bisa masuk ke Nabire Barat dan Wonorejo,” ujarnya dilansir Antara, Selasa (4/8/2026).
Menurut Mesak, penyediaan air bersih bagi masyarakat di Distrik Nabire Barat dan kawasan Wonorejo menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Nabire berencana memanfaatkan sumber air dari Kali Semen sebagai pasokan utama.
Ia menjelaskan, hingga saat ini layanan PDAM masih terpusat di wilayah perkotaan Nabire sehingga jangkauannya perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan air bersih.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin mendesak karena sebagian besar warga Distrik Nabire Barat menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Selain memerlukan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat juga membutuhkan pasokan air yang memadai untuk mendukung pengairan lahan pertanian.
Sebagai bagian dari upaya pembenahan, pemerintah daerah juga akan meninjau kembali regulasi yang mengatur pengelolaan PDAM. Peraturan daerah terkait perusahaan air minum akan direvisi agar tata kelola perusahaan lebih efektif dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Pemkab Nabire juga akan mengevaluasi struktur penggajian di lingkungan PDAM sebagai bagian dari perbaikan manajemen perusahaan.
“Kami akan menggelar rapat bersama Badan Pengawas dan jajaran direksi. Kita evaluasi gaji, pendapatan, dan kontribusinya. Selama ini penyertaan modal dari daerah terlalu besar, tetapi kontribusi ke daerah nol,” katanya saat apel gabungan aparatur sipil negara (ASN).
Mesak menegaskan evaluasi tersebut bertujuan mendorong peningkatan kinerja PDAM sehingga pelayanan air bersih, khususnya bagi wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses, dapat berjalan lebih optimal.
Ia berharap langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah tidak hanya memperluas jangkauan layanan air bersih, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan daerah agar lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.













