Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Paskibraka Papua Sempat Grogi Bawa Baki, Neeltje Bangga Bisa Bertemu Prabowo

31
×

Paskibraka Papua Sempat Grogi Bawa Baki, Neeltje Bangga Bisa Bertemu Prabowo

Share this article
Neeltje Deliana Insjowi Werimon.

Jakarta – Rasa gugup sempat dirasakan Neeltje Deliana Insjowi Werimon ketika menjalankan tugas dalam Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Paskibraka asal Papua itu mendapat amanah membawa baki untuk menyerahkan kembali Sang Merah Putih kepada Presiden Prabowo Subianto. Perasaan tegang semakin terasa ketika Neeltje berjalan menaiki tangga Istana Merdeka dengan membawa baki di hadapan para tamu undangan.

Meski sempat grogi, siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura tersebut mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Rasa gugup kemudian berubah menjadi kebanggaan setelah ia berkesempatan berhadapan langsung dengan Presiden Prabowo.

“Tentunya pertama gugup sekali karena harus melakukan tugas yang sangat berat ini. Tetapi di sisi lain juga excited karena bisa melakukan pengibaran di Istana Negara dan juga bertemu dengan Bapak Presiden,” kata Neeltje seusai menjalankan tugas.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan bagi Neeltje. Terlebih, tugas sebagai Paskibraka telah dijalani melalui proses latihan yang cukup panjang bersama anggota lainnya.

Selama sekitar satu bulan, Neeltje bersama anggota Paskibraka menjalani berbagai pembekalan serta latihan fisik dan mental. Kebersamaan selama masa pelatihan membuat hubungan mereka semakin dekat.

“Itu karena kurang lebih selama satu bulan ini kita sudah bekerja keras, latihan fisik dan juga mental setiap hari. Dan akhirnya hari ini tugas itu selesai, dan kita juga merasa sangat lega,” ujarnya.

Namun, selesainya seluruh rangkaian tugas Paskibraka juga menghadirkan rasa haru bagi Neeltje. Ia harus berpisah dengan rekan-rekannya yang selama sebulan terakhir telah menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Bagi Neeltje, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar menjalankan tugas kenegaraan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Ia menyadari kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini memberikan kesempatan kepada anak muda untuk mengejar cita-cita dan berkontribusi bagi bangsa.

Neeltje sendiri memiliki cita-cita menjadi seorang insinyur pertambangan. Karena itu, pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi perjalanan hidupnya setelah kembali ke Papua.

“Menurut saya, memaknai hari kemerdekaan itu kita menghargai semua jasa-jasa pahlawan kita yang sudah bertempur untuk kemerdekaan kita,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Neeltje juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo agar selalu diberikan kesehatan dan umur panjang dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin negara.

“Semoga Bapak panjang umur, sehat selalu, dan bisa melihat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang jauh lebih baik lagi, dan bisa melihat kami generasi muda menjadi harapan baru bangsa,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *