Jakarta – Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Provinsi Papua Barat mencatat penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai sekitar Rp167,641 juta.
Ketua PRBF Papua Barat Clinton Tallo mengatakan donasi tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat diaspora NTT. Sejumlah paguyuban nusantara di Manokwari turut ambil bagian sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana.
“Dana yang terkumpul sampai hari ini sebanyak Rp167,641 juta lebih. Tidak hanya keluarga NTT yang turun ke jalan, tapi paguyuban lain di Manokwari juga ikut membantu,” ujarnya di Manokwari, dilansir Antara, Selasa (25/8/2026).
Menurut Clinton, penggalangan dana dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah ruas jalan sejak 17 Agustus 2026. Aksi tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Manokwari.
Selain donasi dari masyarakat, bantuan juga datang dari aparatur pemerintah provinsi dan kabupaten serta sejumlah lembaga lainnya.
Clinton menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Manokwari yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga Flores yang terdampak gempa.
“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua masyarakat di Manokwari yang sudah menaruh kepedulian untuk korban gempa Flores,” katanya.
Berdasarkan informasi pemerintah daerah di NTT, masa tanggap darurat pascagempa berkekuatan 7,7 magnitudo berlangsung selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Setelah aksi penggalangan dana di jalan berakhir, Flobamora Papua Barat juga membuka posko donasi di Gedung Serbaguna Molas, Reremi Puncak, Manokwari. Posko tersebut menjadi tempat masyarakat yang masih ingin menyalurkan bantuan.
“Dana yang digalang paguyuban nusantara, organisasi masyarakat, pihak kampus, partai politik, dan lainnya sudah diserahkan ke kami,” ucap Clinton.
Penggalangan dana juga dilakukan masyarakat diaspora NTT di sejumlah kabupaten lain di Papua Barat, di antaranya Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
Pengurus Flobamora Papua Barat telah berkoordinasi dengan pengurus di tingkat kabupaten untuk menentukan mekanisme penyaluran bantuan ke wilayah terdampak di Flores.
“Termasuk Flobamora Kabupaten Manokwari juga galang dana. Untuk penyaluran kami koordinasikan, apakah kabupaten mau kirim ke kami lalu kami teruskan, atau mereka sendiri yang kirim ke Flores,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan dan duka cita bagi para korban, PRBF Papua Barat juga berencana menggelar malam seribu lilin di Manokwari.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan sembari menunggu seluruh donasi terkumpul sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores.
“Kami akan gelar malam seribu lilin di Manokwari sembari menunggu semua donasi terkumpul untuk dikirim ke Flores,” kata Clinton.













